Tak ada jalan dan tak ada pulang Kita di atap langit nun di bawah rata belaka Suatu saat biru di saat lain merah kesumba Jadi, kau tidak ingat lagi tak percaya lagi akan jalan pulang? Apakah pergi harus juga pulang? Apakah pergi harus juga berpikir untuk pulang? Apakah pulang hanya ada kalau kita pergi? Apakah pulang dan pergi harus berpasangan? Buku puisi ini adalah hasil kolaborasi d…
Mantra yang ditulis kembali dalam buku Mantra Orang Jawa ini berasal dari berbagai sumber, lisan maupun tulisan. Yang umur dan asal-usulnya tidak mungkin lagi – dan tidak juga perlu – ditelusuri. Konon, di zaman lampau mantra memiliki kekuatan yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan hidup sesuai dengan maksudnya.
Bangun tidur, ia langsung menghidupkan telepon genggam: mudah-mudahan ada pesan. Masih ngantuk. Masih ada kabut mimpi di matanya. Masih temaram. Sebenarnya apa perlunya pagi-pagi menyalakan telepon genggam? Paling-paling cuma dapat pesan ringan: "Bagimana tidurmu semalam? Tadi saya menunggu lama dikuburan."
Buku “Aku” karya Sjuman Djaya sukses menggambarkan perjalanan hidup seorang penyair pelopor sastra modern Chairil Anwar. Perlu ditekankan bahwa buku ini bukan buku biografi Chairil Anwar melainkan skenario adegan film yang dibuat Sjuman Djaya yang isinya menggambarkan perjalanan hidup Chairil Anwar. Di buku ini juga diceritakan gambaran bagaimana proses beberapa puisi tercipta. Dari buku…
Mari kita buka apa isi kaleng Khong Guan ini: biskuit peyek keripik ampiang atau rengginang? Simsalabim. Buka! Isinya ternyata ponsel kartu ATM tiket voucer obat jimat dan kepingan-kepingan rindu yang sudah membatu.